Halaman

Selasa, 15 Maret 2011

Sebutir Beras yang Berarti......
















Cina yang saat sekarang ini menjadi Negara yang bisa dibilang super power abad ini, Dahulu merupakan Negara yang sangat miskin. Perlu kita ketahui bersama bahwa jumlah penduduknya mencapai 1 milyar pada kala itu dan Pemerintah China sudah pasti sangat Susah untuk mensejahterakan rakyatnya. Sebagai contoh, Hutang luar negeri dari Uni Sovyet tak kunjung habis-habisnya. Sehingga suatu hari terjadi perselisihan paham antara Mao Zedong pemimpin Cina era itu dengan pemimpin Sovyet. Perselisihan begitu panas sampai keluar statement dari pemimpin Sovyet, "Sampai rakyat Cina harus berbagi 1 celana dalam untuk 2 orang pun, Cina tetap tidak akan mampu membayar hutangnya."
 

Ucapan Pemimpin Sovyet itu begitu menyinggung perasaan Warga China. Dengan kebijakannya Mao menyampaikan perkataan pemimpin Sovyet itu kepada Seluruh lapisan masyarakat China melalui Media-media pada saat itu seperti siaran radio, Agar rakyat China jengkel penghinaan dari pemimpin Sovyet itu, secara terus menerus dari pagi hingga malam ke seluruh negeri sambil mengajak segenap rakyat Cina untuk bangkit dan melawan penghinaan tersebut dengan cara berkorban.

Pada akhirnya Mao pun mengajak seluruh Rakyat China untuk berkorban dengan menyisihkan 1 butir beras, ya, hanya 1 butir beras untuk setiap anggota keluarga, setiap kali mereka akan memasak. Jika 1 rumah tangga terdiri dari 3 orang maka cukup sisihkan 3 butir beras. Beras yang disisihkan dari 1 Milyar penduduk Cina tersebut, tidak dikorupsi tentunya akan menghasilkan 1 milyar butir beras setiap hari. Hasilnya dikumpulkan ke pemerintah untuk dijual. Uangnya digunakan untuk membayar hutang kepada negara pemberi hutang, yang telah menghina mereka. Akhirnya Cina berhasil melunasi hutang mereka ke Sovyet dalam waktu yang sangat cepat.

Begitulah China Keterhinaan yang mendalam dan begitu menyakitkan telah membangkitkan rasa nasionalisme Cina untuk bangkit melawan hinaan tersebut dengan tindakan nyata, bukan hanya tindakan seremonial, pidato atau upacara di stadion besar.

Semoga kisah Singkat ini bisa dijadikan contoh bagi bangsa kita Indonesia yang tengah terpuruk di antara bangsa-bangsa sekitarnya. Perlu diingat Potensi manusia Indonesia yang demikian besar selama ini tidak menjadi kekuatan bahkan sebaliknya menjadi beban karena mereka tidak diberi ruang yang lapang untuk membangun Indonesia yang unggul . Kita sering silau oleh hal-hal besar namun seringkali mengabaikan kekuatan dari hal kecil namun dilakukan dengan sepenuh hati. Sebutir padi sehari bisa membalik keadaan terhina menjadi terangkat. Maukah kita?

Pepatah mengatakan "Orang Pintar Belajar dari Pengalaman" dan "Orang Bijak Belajar dari Pengalaman Orang lain".

Power by robbie-alca.blogspot.com

0 comments:

Reply To This Comment

Posting Komentar