Halaman

Kamis, 22 Maret 2012

5 Tahapan Kehilangan Pada Wanita...


Tahap 1: Penolakan

Menolak adalah tahapan pertama yang harus dilewati saat kita kehilangan seseorang yang penting di dalam hidup. Reaksi yang muncul pada umumnya adalah pertanyaan-pertanyaan 'Bagaimana bisa terjadi?', 'Apakah ini mimpi?', 'Kenapa harus terjadi padaku?' dan lain sebagainya.
Penolakan ini kebanyakan terjadi karena harapan tak sesuai dengan kenyataan yang terjadi. Dan inilah tahap awal di mana seseorang merasa tertekan.

Tahap 2: Kemarahan

Berkembang dari tahap penolakan, seseorang yang telah kehilangan akan mulai marah, bertanya-tanya kenapa harus terjadi pada dirinya, merasa tidak adil dan tidak terima.

Ada berbagai sikap yang akan ditunjukkan dalam tahap ini, mulai dari melampiaskan pada orang lain, menjauh dari Tuhan, atau melakukan hal yang tak pernah dilakukan sebelumnya.

Tahap 3: Depresi

Tahap ini termasuk tahapan yang sangat serius, karena di sini seseorang agak sulit mengontrol dirinya. Pada beberapa kasus depresi berat, seseorang bisa kehilangan kesadaran dan 'hidup' dalam dunia yang dibentuknya sendiri.

Pada kasus depresi ringan, sikap yang ditunjukkan mungkin berbeda, mulai dari mengurung diri, terus menerus menangis, menjadi pendiam, atau mogok makan.

Tahap 4: Penghiburan

Ini adalah tahap antiklimaks di mana seseorang mulai mengerti apa yang terjadi saat kehilangan, dan bagaimana ia harus bersikap. Di sini, ia menyadari bahwa tak ada hal lain yang bisa dilakukan untuk mengembalikan orang yang telah hilang di dalam hidupnya. Dan, hidup masih terus berjalan sehingga iatak bisa terus menerus menyesali dan larut dalam kesedihan.

Ia akan mulai bangkit serta melakukan sesuatu yang bisa membuat ia merasa nyaman dan menemukan dirinya kembali.

Tahap 5: Penerimaan

Di sini, seseorang yang telah kehilangan benar-benar bisa menerima dan menyadari bahwa seseorang yang dicintainya sudah menempuh jalan yang berbeda. Dan ia akan berusaha menjalani hidupnya sendiri kembali, meminta maaf pada orang di sekitarnya yang telah dibuat repot, memperbaiki sikap dan melakukan hal-hal yang dapat membuatnya melanjutkan hidupnya.

0 comments:

Reply To This Comment

Posting Komentar